Pada pelaksanaan peringatan UT Kemenag diselengarakan upacara di kantor Kementerian Agama Kabupaten Serang, yang berjalan dengan lancar. Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Serang.

Pada tanggal 3 Januari 1946, di tengah deru revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil langkah berani dengan mendirikan Departemen Agama. Di bawah kepemimpinan Menteri Agama pertama, Haji Mohammad Rasjidi, lembaga ini lahir bukan untuk mengistimewakan satu agama, melainkan untuk memastikan bahwa nilai-nilai ketuhanan menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1. Dari Departemen Menjadi “Amal Bhakti”

Mengapa hari jadi ini disebut “Hari Amal Bhakti”? Istilah ini mengandung filosofi yang sangat dalam.

  • Amal: Menunjukkan bahwa bekerja di instansi ini adalah sebuah ibadah.

  • Bhakti: Menunjukkan dedikasi tanpa pamrih kepada nusa, bangsa, dan seluruh pemeluk agama tanpa terkecuali.

    Setiap tahunnya, HAB menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kemenag bahwa tugas mereka adalah melayani, bukan dilayani.

2. Penjaga Moderasi Beragama

Di tengah keberagaman Indonesia yang luar biasa—dengan ribuan pulau dan ratusan bahasa—Kementerian Agama berperan sebagai jembatan. Melalui narasi Moderasi Beragama, HAB menekankan pentingnya:

  • Komitmen Kebangsaan: Menjaga keutuhan NKRI di atas kepentingan kelompok.

  • Toleransi: Menghargai perbedaan keyakinan tanpa harus mencampuradukkan ajaran agama.

  • Anti-Kekerasan: Menolak segala bentuk radikalisme atas nama agama.

3. Transformasi Digital dan Layanan Umat

Memasuki usia ke-80 (pada tahun 2026 ini), narasi HUT Depag/Kemenag telah bertransformasi. Bukan lagi sekadar urusan birokrasi klasik, Kemenag kini fokus pada:

  • Layanan Haji dan Umrah: Yang semakin transparan dan efisien.

  • Pendidikan Agama: Madrasah dan Pesantren yang mulai bersaing dengan sekolah umum dalam bidang sains dan teknologi.

  • Sertifikasi Halal: Menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah dunia.


“Agama tidak boleh dijadikan alat politik, tetapi agama harus menjadi inspirasi moral bagi politik. Hari Amal Bhakti adalah momentum untuk mengembalikan agama pada fungsi aslinya: sebagai pembawa kedamaian dan pemersatu bangsa.”


Makna Filosofis Logo “Ikhlas Beramal”

Unsur Makna
Bintang Siku Lima Melambangkan Pancasila sebagai dasar negara.
Padi dan Kapas Kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Kitab Suci Pedoman hidup yang menjadi landasan moral dalam bertugas.
Warna Hijau & Kuning Melambangkan ketenangan, kemuliaan, dan kesuburan spiritual