
Mulai hari Kamis, 8 Januari 2025, siswa MIN 3 Serang mendapat MBG atau makan bergizi gratis dari pemerintah,
Program ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan yang berkualitas tidak akan maksimal jika diterima oleh raga yang kurang nutrisi. Perut yang lapar tidak bisa diajak berpikir, dan tubuh yang kekurangan gizi tidak bisa bersaing di kancah global.
1. Memutus Rantai Stunting dan Ketimpangan
Selama bertahun-tahun, masalah stunting dan kurang gizi menjadi tantangan besar di Indonesia. MBG hadir sebagai intervensi langsung untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi orang tuanya, mendapatkan akses terhadap protein, vitamin, dan mineral yang setara.
-
Keadilan Sosial: Nutrisi kini menjadi hak, bukan lagi kemewahan yang hanya dimiliki mereka yang mampu.
2. Menggerakkan Roda Ekonomi Lokal
Program ini tidak bekerja secara terpusat dari Jakarta, melainkan mengandalkan kekuatan ekonomi kerakyatan. Di setiap wilayah, dibentuk Satuan Pelayanan (SP) yang menjadi dapur utama.
-
Petani dan Peternak: Beras, sayur, telur, dan daging diserap langsung dari petani lokal di sekitar sekolah.
-
UMKM dan Lapangan Kerja: Ibu-ibu di desa diberdayakan untuk mengelola dapur, menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor katering dan logistik.
3. Membentuk Karakter dan Kedisiplinan
Makan bersama di sekolah bukan sekadar urusan mengisi perut. Di sana, anak-anak belajar tentang:
-
Adab dan Etika: Cara makan yang benar dan mencuci tangan sebelum makan.
-
Kebersamaan: Menghilangkan sekat sosial saat semua siswa menyantap menu yang sama.
-
Disiplin: Menghargai waktu dan tidak membuang-buang makanan (zero waste).
“Makan Bergizi Gratis adalah tentang memberi anak-anak kita kesempatan yang adil untuk bermimpi. Kita sedang menyiapkan otak-otak cemerlang yang akan memimpin teknologi, seni, dan industri dunia dua puluh tahun dari sekarang.”
Manfaat Jangka Panjang yang Diharapkan:
| Dimensi | Dampak Positif |
| Kesehatan | Penurunan angka stunting dan peningkatan daya tahan tubuh anak. |
| Pendidikan | Konsentrasi belajar meningkat, angka kehadiran di sekolah naik. |
| Ekonomi | Perputaran uang tetap berada di daerah, meningkatkan kesejahteraan desa. |
| Masa Depan | Menciptakan generasi unggul untuk menyongsong bonus demografi. |
MBG adalah sebuah langkah berani untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal hanya karena mereka tidak mampu membeli segelas susu atau sepotong daging. Ini adalah investasi paling murni: investasi pada manusia





